SynMotivation-Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, daanglah seorang anak muda yang sedang di rundung banyak masalah. Anak muda itu memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduk perlahan. “Coba, minum ini, dan katakana bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.
“Asin. Asin sekali”, jawab anak mda itu, sambil meludah kesamping.
Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak sang anak muda, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat anak muda itu selesai meminum air itu, Pak tua barkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar”, sahut anak muda itu. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, Tanya Pak tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan bijak Pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda itu. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, denarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa asin itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.”
“Tapi kepahitan yang kita rasakan, akan dangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu meradakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bias kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk manampung setiap kepahitan itu.”
Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar pada hari itu. Dan Pak tua kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering dating padanya membawa kersahan jiwa.
Selengkapnya...
Selasa, 08 November 2011
Garam dan Telaga
Selasa, 18 Oktober 2011
Berfikir Positif
SynTechnology- Wa ‘aynur ridho an kulli aybin kaliilatun
Kamaa anna aynas sukhti tubdil masawiya.
Jika kita melihat sesuatu dengan positif,
maka semuanya akan terlihat baik.
Sebaliknya jika kita melihat sesuatu dengan negatif,
maka semua yang tampak adalah kejelekan.
Darimanakah kekuatan positif dan negatif seseorang berasal ?
tidak lain dan tidak bukan kekuatan itu berasal dari pikiran.
Pikiranlah yang membuat perintah kepada seluruh organ tubuh untuk melakukan sesuatu, pikiranlah yang mempengaruhi perasaan dan kekuatan manusia untuk takut atau berani dalam mengambil keputusan.
Kunci utama dari kesuksesan manusia adalah cara dia mengelola pikirannya.
Orang yang belajar bersepeda, ketika ia berpikir tidak bisa naik sepeda,
selamanya ia tidak akan pernah bisa naik sepeda.
Ketika ia berpikir takut jatuh, ia pun akan dihantui oleh pikiran tentang jatuh
yang menyebabkannya takut belajar, sebaliknya orang yang memberanikan diri
bersepeda dan mengambil resiko untuk jatuh, timbul keberanian yang besar
yang pada akhirnya akan mempengaruhi tubuhnya sehingga ia dapat
bersepeda dengan baik.
Keberanian yang bermula dari cara kita mengelola pikiran inilah yang membantu
seseorang belajar melakukan sesuatu secara baik.
Tanpa pengelolaan pikiran dengan benar, seseorang tidak akan pernah berani
memulai sesuatu.
Kekuatan positif bermula dari bagaimana mengelola pikiran.
Tidak bisa dipungkiri hidup ini memang mengenai cara pandang tentang bagaimana
respons kita dalam menghadapi berbagai pesoalan.
Cara pandang kita terhadap berbagai persoalan hidup ini akan menentukan sikap
dan perasaan yang kita bangun berikutnya.
Berbicara mengenai cara pandang, orang bisa melihat berbagai peristiwa dari banyak sisi.
Secara umum cara pandang ini bisa terbagi dua bagian besar, yaitu cara pandang
dari sisi positif dan negatif.
Dua sisi ini bertentangan satu sama lain dan menentukan cara kita merespons sesuatu.
Cara pandang dari sisi positif adalah bagaimana seseorang memandang sesuatu secara positif.
Pada implementasinya sehari-hari cara pandang positif ini tercermin dalam berbagai
tindak-tanduk dan sikap dalam menjalani hidup, diantaranya adalah ;
Pertama, terhadap semua peristiwa ataupun lingkungan disekitar kita,
cobalah untuk selalu memandang dari sisi baiknya.
Terhadap apapun yang terjadi, selalu mencari sudut pandang yang baik sehingga apapun
yang terpikir juga menjadi baik.
Hal itu akan membantu memahami berbagai persoalan secara lebih jernih,
karena sebaliknya jika kita mengedepankan sisi buruk dari sebuah peristiwa,
orang atau lingkungan, maka cara pandang yang buruk tersebut akan menutupi
semua kebaikan dan kebenaran dari sebuah peristiwa yang ada.
Pandanglah dari sudut positif, segala sesuatu itu mempunyai sisi baiknya.
Melihat tetangga kita misalnya, pasti mempunyai sisi positif dan negatif,
sisi negatif mungkin mudah ditemukan tetapi jika kita ingin hidup bertetangga secara baik,
kita mesti melihat dari sisi positif yang dimilikinya.
Kedua, cara pandang positif juga berusaha memahamkan terhadap diri sendiri
bahwa semua peristiwa selalu mempunyai manfaat dan hikmah.
Tidak ada sesuatu yang terjadi didunia ini tanpa adanya campur tangan Allah SWT
untuk memberikan hikmah dan pelajaran bagi hamba-hamba-Nya didunia ini.
Berbagai peristiwa didunia ini..baik yang dipandang positif atau negatif,
menguntungkan atau merugikan, mempunyai manfaat baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang.
Mungkin peristiwa tersebut merugikan dan menyakitkan dalam jangka pendek,
tetapi dalam jangka panjang bisa jadi akan menguntungkan dan mendatangkan kebaikan.
Dengan demikian terhadap berbagai peristiwa yang terjadi seseorang tidak akan
serta merta memberikan respons negative, tetapi selalu mendahulukan respons positif.
Jika kita terkena musibah musalnya, cara paling mudah untuk memahami peristiwa
tersebut adalah dengan melihat makna dan pelajaran yang bisa diambil darinya.
Dengan demikian kita menyadari dengan benar bahwa dibalik semua peristiwa
yang terjadi, yang terburuk sekalipun ada pelajaran bagi kita untuk menjadi
lebih baik dimasa mendatang.
Ketiga, cara pandang positif memahakmkan diri sendiri bahwa setiap orang
dan segala sesuatu didunia ini diciptakan berbeda antara satu dengan yang lain.
Karena itu setiap orang mempunyai jalan sendiri-sendiri dengan rezeki dan nasib
yang berbeda.
Jika ada teman atau tetangga kita mendapatkan rezeki yang lebih,
Kita harus menyadari bahwa setiap orang telah diatur rezeki dan kehidupannya
sehingga tidak menimbulkan dengki dan iri hati terhadap mereka, apalagi berburuk sangka.
Semua orang didunia ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, tidak ada manusia
didunia ini yang tidak mempunyai kekurangan.
Justru dengan adanya kekurangan itulah manusia dituntut untuk mengerti keterbatasan
yang dimilikinya agar ia bisa membawa diri dan melakukan perbaikan terus menerus.
Perlu diingat juga bahwa setiap orang diciptakan didunia ini dengan keunikan
dan kelebihan tertentu yang bisa digunakan secara maksimal untuk mengembangkan
kehidupannya.
Tugas manusia didunia ini adalah memaksimalkan keunikan dan kelebihan yang dimilikinya
sehingga mampu menghasilkan karya dan hasil yang baik.
Dengan demikian ia akan lebih banyak berkonsentrasi dalam memanfaatkan
kelebihan yang dimilikinya.
Karena setiap orang mempunyai kelemahan, kita tidak perlu cemas, khawatir,
dan menjadikan kekurangan tersebut sebagai alasan untuk tidak melakukan sesuatu.
Kelemahan bukanlah alasan bagi seseorang untuk berhenti berkarya, karena bahkan
disamping kekurangan yang dimiliki seseorang selalu memiliki kelebihan
yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Karena itulah tidak perlu berkecil hati dengan kekurangan kita; kekuatan, tekad,
Dan kemauan yang keras akan mampu mengalahkan berbagai keterbatasan yang dimiliki
untuk bisa menghasilkan kerja dan karya yang lebih baik.
Tidak ada manusia yang sempurna, kekurangan adalah anugerah Tuhan agar kita mencari
sisi terbaik dari kita yang lain.
Tanpa menyadari adanya kekurangan, kita cenderung akan berpuas diri
dan tidak mau memperbaiki diri.
Kekurangan mengajarkan orang untuk mencari kelebihan-kelebihan yang mampu
membuatnya tetap mempunyai nilai tambah.
Orang yang mempunyai kekurangan di satu sisi, diberikan kelebihan di sisi lain,
Tuhan menciptakan keseimbangan dalam hidup.
Tugas manusia mencari keseimbangan itu dalam dirinya, sehingga ia menemukan
apa yang ia cari.
Tidak ada satu pun didunia ini yang tercipta sia-sia, semua ada manfaatnya.
Tidak ada satu pun jua yang perlu disesali keberadaannya didunia ini.
Semua yang ada tercipta dengan segala perhitungan Tuhan yang matang.
Jika ada yang terasa janggal, manusia mungkin belum tahu rahasia dibalik kejanggalan tsb.
Keempat, orang perlu meyakini bahwa tidak ada kesulitan yang tidak mempunyai
jalan keluar,…jalan keluar selalu ada, tinggal bagaimana manusia mencarinya.
Tidak ada permasalahan didunia ini yang diciptakan berakhir buntu,
kecuali orang tersebut tidak mau berusaha memecahkan dan mencari jalan keluar
dari masalah yang ada.
Setiap orang di dunia ini selalu mempunyai permasalahan,
disitulah manusia diuji dengan sesungguhnya bagaimana mereka mengelola
permasalahan tersebut.
Jika manusia mampu mengatasi berbagai persoalan dan permasalahan hidupnya,
kemampuan dan keterampilan hidupnya akan terus meningkat.
Setiap persoalan adalah ujian, manusia akan ditingkatkan derajatnya
jika mampu menghadapi uijian tersebut.
Berpikir positif akan membuat permasalahan hidup tidak menjadi beban yang berat.
Berpikir positif akan membuat orang mampu mengurai satu persatu masalah tersebut,
sehingga beban-beban yang ada bisa diselesaikan.
Tidak ada cara lain untuk meningkatkan kualitas hidup manusia kecuali memulainya
Dengan berpikir positif.
Lari dari kenyataan adalah cara paling mudah yang biasanya dilakukan seseorang
jika ia mendapatkan satu masalah atau persoalan yang sulit dihadapi.
Namun lari dari kenyataan tidak pernah menyelesaikan masalah,
bahkan lebih sering menambah persoalan baru yang sebelumnya tidak terjadi.
Seorang pemuda yang mempunyai masalah karena kehidupan keluarganya berantakan,
Misalnya jika ia lari dari masalah tersebut dengan menggunakan narkotika
dan obat-obatan terlarang, alih-alih memecahkan masalah, hal tersebut justru
membawa permasalahan baru, mulai dari kecanduan hingga kemungkinan masuk penjara
karena ditangkap pihak berwajib.
Seseorang yang mendapat masalah karena kesulitan ekonomi misalnya,
jika ia melarikan diri dari masalah dengan bertindak nekat melakukan bunuh diri,
persoalannya memang selesai, tetapi harus mengorbankan kehidupannya didunia ini,
dan membawa masalah baru bagi orang yang ditinggalkannya.
Jangan berpikir sempit, karena setiap masalah mempunyai jalan keluar.
Kita sering diingatkan pada pepatah; “Dunia tidak selebar daun kelor.”
Dunia mempunyai berbagai kemungkinan yang sangat luas, tinggal bagaimana kita
berpikir sedikit lebih kreatif agar mampu mencari jalan keluar dari setiap masalah yang ada.
BILADULLOOHI WAASI”ATUN FADHOO-A
WA RIZQULLOOHI FID DUN-YA FAASIH.
Bumi Allah SWT di dunia ini sangat luas,
Dan rezeki Allah di dunia ini juga sangat luas.
Hadapi setiap permasalahan dengan kepala dingin, cari berbagai cara untuk menghadapi
permasaahan tersebut.
Yakinlah bahwa jalan keluar dari setiap permasalahan pasti ada, jika kita berusaha
dengan sekuat tenaga.
Bumi ini sangat luas, pikiran yang sempit dan dangkal hanya akan membuat kesengsaraan
didunia ini, karena menghalangi kita untuk berpikir lebih jernih.
Betapapun beratnya persoalan yang kita hadapi, pikiran yang jernih akan memberikan
waktu bagi kita untuk menyelesaikannya dengan baik.
Tetapi sekali kita kehilangan akal dan pikiran sehat kita, beban kecilpun bisa menjadi
besar dan memberatkan kehidupan kita.
Yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan “menguji” seseorang kedalam satu masalah
tanpa menunjukkan jalan keluar.
Jalan keluarnya ada dalam diri sendiri, dengan berbagai usaha dan kerja keras
untuk mencari penyelesaian dari permasalahan yang kita hadapi.
Dengan keyakinan tersebut, apapun permasalahan yang kita hadapi tidak akan
menjerumuskan kita untuk kehilangan akal dan berpikiran pendek untuk menyelesaikan
permasalahan melalui jalan pintas yang justru akan menambah permasalahan lain.
Sumber : http://alifsufi.com/artikel/tazkiah/selalu-berpikir-positif.html
Selengkapnya...
Sabtu, 24 September 2011
Biasakan Untuk Tidak Menunda
SynTechnology-‘Masih ngantuk..tambah 10 menit lagi ah tidurnya..’ atau ‘ah, kan masih ada 5 hari lagi untuk mengumpulkan tugas, buat apa dikerjain buru-buru.’
Pernah mengalami situasi di atas? Situasi di atas menggambarkan kebiasaan menunda pekerjaan yang biasa dilakukan sehari-hari. Sewaktu menunda, ada perasaan enak karena bisa menambah waktu untuk melakukan hal yang kita senangi dan tidak melakukan hal yang harus kita lakukan.
Kebiasaan menunda memerlukan 3 syarat : tidak produktif, bukan kebutuhan dan ada waktu yang tertunda. Dengan menunda berarti kita meletakkan hal-hal yang kurang menjadi prioritas, sedangkan hal-hal yang menjadi prioritas utama dikesampingkan.
Namun, apakah teman-teman sadar efek dari kebiasaan menunda ini? Hilang waktu, hilang kesempatan adalah akibat yang paling sering dialami. Semakin mendekati deadline, semakin stress pula. Nah , bagaimana caranya supaya kita tidak menjadi procrastinator (orang yang suka menunda)? Simak beberapa tips berikut ini :
1. Buatlah tekad/komitmen untuk melaksanakan tugas. Tulis dalam selembar kertas, dan tempelkan di tempat yang mudah dilihat misalnya ‘Tugas Penulisan Media PR harus selesai pada tanggal 1 Juni 2011’. Tekad saja tidak cukup, buatlah dalam beberapa langkah hal-hal yang harus dilakukan contohnya tanggal 20-21 Mei 2011 mengumpulkan referensi, tanggal 23-24 Mei mulai menulis dst. Untuk mempermudah penjadwalan, gunakan agenda.
2. Jika anda memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengerjakan tugas, mulailah lebih awal. Siapkan juga waktu cadangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya flashdisk hilang, komputer terkena virus, dll. Setelah selesai mengerjakan, biasakan untuk memeriksa kembali pekerjaan yang sudah dibuat.
3. Buatlah daftar pekerjaan yang harus dilakukan misalnya pekerjaan yang harus dilakukan secara bulanan, mingguan dan harian. Mulailah mengerjakan tugas dari prioritas terpenting hingga yang kurang penting. Setiap selesai mengerjakan tugas, berikan tanda check (ΓΌ) untuk menandakan bahwa pekerjaan tersebut sudah selesai.
4. Setelah selesai dengan semua tugas –tentunya sesuai dengan deadline dan kualitas yang memuaskan—berikan reward atas keberhasilan kita menyelesaikan tugas. Memanjakan diri ke salon , berlibur atau melakukan kegiatan yang kita sukai adalah contoh pemberian reward bagi diri sendiri.
Setelah membaca tips-tips di atas, apakah teman-teman masih ingin menunda tugas/pekerjaan?
“You may delay, but time will not” –Benjamin Franklin
Prepared by Sandra Sutanto, Psychology Tips, June 2011
source : http://www.umn.ac.id/category.php?id=502
Selengkapnya...
Selasa, 02 Agustus 2011
Cinta dan Waktu
SynTechnology-Alkisah did suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak, ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Merela hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, dating badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepar-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri did tepi mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air maikin naik membasahi kaki Cinta.
Tak lam Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu did perahuku ini.”
Lalu kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong Aku!”, teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai kepinggang dan Cinta semakin panic. Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta. “Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” Sahut Kecantikan.
Cintasedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu.” Kata Cinta. “Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan ait makin naik dan aka menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, ”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke arah seuara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya.
Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang itu itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui seipa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segerra menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. ”Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu.” kata orang itu. ”Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran. ”Sebab,” kata orang itu, ”hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu...”
Submitted by Steven Widya @yahoo.co.uk
KeeBook
Selengkapnya...
Jumat, 29 Juli 2011
Tahukah Kita?
SynTechnology-Pernahkah kita merenungi semua yang kita miliki? Harta, alam, atau tidak usah jauh-jauh renungilah bagian-bagian dari tubuh kita. Bukankah Allah SWT tidak sembarangan menciptakan segala sesuatu melainkan dengan aturan dan ukuran yang sangat tepat. Dan dalam karya-Nya terselip multi hikmah yang bisa kita ambil manfaat apabila kita mau berfikir. Sahabatku, mari kita merenung sejenak tentang karunia yang Allah SWT berikan kepada kita.
Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang.
Tapi pandanglah ke depan, pandanglah masa depan kita.
Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi.
Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.
Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.
Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.
Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan.
Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam.
Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.
Selengkapnya...
Kamis, 28 Juli 2011
Paku
SynTechnology-Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memaku sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.
Hari pertama anak itu memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. ”Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya”. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini, di hati orang lain.
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada, dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.
Sumber : KeeBook (www.keeboo.com)
Selengkapnya...
Kamis, 26 Mei 2011
Cara Membesarkan Orang Besar
SynTechnology-Pada sebuah wawancara stasiun TV swasta kepada seorang pengusaha sukses yang bernama Yuda, pembawa acara menanyakan banyak hal kepada narasumber sampai pada pertanyaan, “Apa yang membuat anda sukses?”, sang pengusaha menjawab, “Ceritanya panjang, jika masih ada durasi 30 menit saya mau menceritakannya.”, “Silahkan”, sahut pembawa acara.
Ceritanya dimulai sejak saya umur 5 tahun, sebelum mengenal bangku sekolah ayah saya sudah cerita itu saya mulai berimajinasi. Tapi waktu itu saya belum mengerti arti hidup, jadi saya hanya berimajinasi tentang masa depan, lalu melupakan begitu saja.
Hingga saya berumur 10 tahun, saya ditanya tentang cita-cita, “Yud, cita-cita kamu apa?”, mendengar pertanyaan itu aku bingung untuk menjawabnya, maklum anak seumuran saya waktu itu hanya mengenal yang namanya bermain. Ayah sepertinya bisa menebak respon saya, ia berkata,”Bingung ya...? tenang ayah cuma nanya aja kok, minggu besok ikut ayah jalan-jalan ya...”,”Iya,kemana yah?”Sahut ku dengan gembira, ia menjawab, “Sudah....ikut saja”.
Lalu pada hari minggunya ayah mengajak saya ke Sea World, saat disana ayah menceritakan banyak hal tentang dunia laut, sampai saya berfikir bahwa ayah adalah ahlinya. Ia bercerita tentang ikan, makhluk-makhluk di laut, dll. Saya begitu senang dan kagum waktu itu, lalu sebelum kami pulang ayah berkata,”Minggu besok ikut ayah jalan-jalan lagi ya...”,saya menjawab,”Asik...jalan-jalan lagi”
Pada minggu kedua ia membawa saya ke suatu pertandingan bandminton, ia juga menceritakan banyak hal tentang badminton, saya pun sampai berfikir ia adalah ahlinya. Hal yang sama ia lakukan sebelum kami pulang, ia mengajak saya untuk menemaninya jalan-jalan pada minggu selanjutnya, saya pun menyetujuinya.
Minggu ke-3 ia mengajak saya menonton pertandingan sepak bola, minggu ke-4 ia mengajak saya ke museum botani dan zoologi, minggu ke-5 ia membawa saya ke planetarium,minggu ke-6 ke PUSPITEK dan akhirnya pada minggu ke-7 ia membawa saya ke puncak untuk menikmati keindahan alam. Jalan-jalan tadi bukan tanpa maksud, sehari setelah jalan-jalan terakhir ia berkata kepada saya,”Putuskan cita-cita yang kamu suka, dan raih dengan sungguh-sungguh, nanti ayah akan tanya pada kamu, dan ayah tidak mau melihat kamu seperti orang bingung saat ayah tanya”, ia mengatakan itu sambil mengusap kepala dan tersenyum pada saya.
Tapi semenjak itu ia tak pernah bertanya tentang cita-cita kepada saya, hingga saya berulang tahun di umur 17 tahun, ia berbicara 4 mata dengan ku, ia terihat lebih serius pada waktu itu, ia berkata, “Sekarang kamu sudah besar, sudah bisa membedakan yang baik dan yang buruk, kamu harus bisa menjadi pemimpin karena kamu adalah laki-laki, memberilah untuk orang lain, tak usah itung-itungan, cukup beri dan lupakan, kamu juga harus punya cita-cita dan tujuan hidup, waktu itu ayah pernah bilang ayah akan bertanya tentang cita-cita pada kamu, apa cita-cita mu?”, aku sedikit terkejut mendengarnya lalu aku tersenyum dan berkata,”Aku ingin menjadi ahli dibidang teknologi, ingin terkenal, dan menjadi orang berpengaruh di dunia, sehingga aku bisa berbagi dan menceritakan tentang arti hidup dan tentang mu....... ayah”, ayah sepertinya agak terkejut lalu ia melanjutkan,”Bagus, kejarlah impianmu itu, ayah bangga mempunyai anak seperti mu, ini baru anak ayah” ia berkata sambil mengelus kepala saya sama seperti waktu saya kecil.
Dan hari ini, saya berhasil berkat motivasi dari ayah yang ia berikan sejak saya kecil, jika kalian bertanya bagaimana menjadi pegusaha sukses tanya saja pada saya, tapi jika kalian mau tahu bagaimana membesarkan pengusaha sukses, tanya saja ayah saya. Terima kasih....AYAH.....
Selengkapnya...
Senin, 16 Mei 2011
Kebaikan Tak Akan Sia-Sia
SynTechnology-Di suatu desa tinggal seorang kakek bersama cucunya yang masih berumur 5 tahun, suatu ketika sang kakek duduk di kursi yang ada di teras rumah, lalu datang cucunya dengan berlari dan ia berhenti sejenak lalu berkata, “kakek tadi aku mendengar seseorang berkata bahwa kebaikan yang kecil tak akan ada pengaruhnya, apa itu benar kek?”, sang kakek hanya tersenyum, ia bangkit dan mengambil sebuah ember dan keranjang yang berlubang lalu mengambil batu dari tanah yang kotor, batu itu diletakan di dalam keranjang sambil berkata kepada cucunya, “Isi ember ini dengan air yang ada di sungai di depan sana dengan keranjang ini”.
Dengan semangat sang cucu mulai mengambil air danau dengan keranjang tersebut, ia mengambil air dengan keranjang yang ada batunya lalu membawanya menuju ember yang ada di dekat kakeknya, tapi sang cucu kaget ketika sampai di depan ember, air yang tadinya memenuhi keranjang ternyata sudah habis. Tapi sang cucu tak mau menyerah begitu saja, ia berlari dan berlari untuk mengambil air, tapi tetap saja saat ia sampai di depan ember untuk mengisinya, airnya sudah habis padahal jarak danau dengan embernya hanya sekitar 7 meter.
Lalu sang cucu yang kelelahan menghampiri kakeknya sambil berkata, “Kakek, ini percuma saja. Bagaimana bisa mengambil air dengan keranjang yang berlubang? Tentu saja airnya akan habis sebelum sampai kesini, ini percuma kakek”.
“Siapa bilang itu percuma?”, jawab sang kakek, ia melanjutkan, “Sekarang coba kamu lihat isi dari keranjang tersebut!”, mendengar hal itu lalu sang cucu melihat isi dari keranjang tersebut, ia terkejut melihat batu yang tadinya kotor dengan tanah menjadi batu yang bersih tanpa noda. “Ada perubahan bukan? Batu yang tadinya kotor menjadi batu yang sangat bersih, kita dapat mengambil pelajaran hari ini” kata sang kakek. “Apa itu?”, dengan rasa penasaran sang cucu bertanya. “Air yang kamu ambil memang selalu keluar lewat lubang-lubang yang ada pada keranjang, tapi air yang keluar tersebut membawa kotorang yang melekat pada batu yang ada dalam keranjang, karena air memiliki sifat membersihkan, batu tersebut ibarat “hati manusia” dan air itu ibarat “kebaikan-kabaikan” yang kita perbuat”
Begitulah manfaat dari kebaikan-kabaikan yang kita perbuat, walaupun itu hanya kebaikan yang sangat kecil. Subhanallah,tanpa kita sadari dengan kebaikan itu Allah SWT membersihkan hati kita semua dengan perlahan. Jadi tunggu apalagi? Mari kita tolong menolong dalam kebaikan.
Selengkapnya...
Sudahkah Kamu Menikmati Hidupmu?
SynTechnology-Sahabatku, apakah terkadang kamu merasa hidup ini membosankan? Hidupmu sempit? Hari ini terasa seperti hari terakhirmu? Atau kamu kehilangan sesuatu yang sangat ingin kamu raih?
Mengapa kamu berpikir seperti itu sahabatku? Sekarang ayo sejenak lupakan semua beban pikiran dan hatimu, keluar dari penjara kecilmu(rumah dan kantor).
Berjalanlah menuju taman dan pejamkan mata, rasakan angin yang sejuk menerjang tubuhmu, dengarkan suara-suara yang mungkin kamu lupakan karena kesibukanmu, dengarkan saat dedaunan diterpa angin, dengarkan suara canda dan dari orang disekelilingmu. Sekarang buka matamu, kamu akan sadar betapa indah dunia ini. Perhatikan pohon-pohon yang hijau, sinar matahari yang indah, wajah-wajah bahagia yang ada disekelilingmu. Berjalanlah sejenak maka orang yang kamu temui akan menyapamu dengan senyuman hangat, seakan-akan kamu berpikir bahwa tak ada masalah dalam hidup mereka.
Sahabatku, sudah lupakah kamu dengan suara kicau burung yang mengawali pagimu? Sinar mentari yang mengawalmu sampai ke kantor? Angin sejuk yang berbisik sepanjang perjalanan? Canda dan tawa dari teman dah sahabatmu?
Bukankah dunia ini indah? Kita bebas berjalan, kita bebas bernafas, kita bebas bermimpi, mencintai dan dicintai. Sekarang setelah mengetahui itu semua, apa yang akan kamu lakukan sahabatku? Diam dan hanya bekhayal tentang dunia yang kamu anggap hanya khayalan? Atau berjalan keluar, dan menemukan dunia yang jauh lebih luas dan indah daripada yang sebelumnya kamu rasakan.
“SAHABATKU, SUDAH LAMA KITA HIDUP DI DUNIA INI, TAPI BERAPA LAMA KAMU MENIKMATI HIDUPMU??”
"Kuingin Selamanya"
Hidup adalah
Anugrah dari Yang Kuasa
Kepada semua
Manusia Di Dunia..
Namun, tak semua..
Manusia mensyukurinya
Ke..luhkan semua
Cobaan dari-Nya
Kuingin selamanya
Hidup Di Du..nia
Dicinta dan mencinta
Tanpa ada yang melarangnya
Kuingin selamanya
Hidup Di Du..nia
Tersenyum dan bahagia
Sampai ku kembali pada-Nya
Selengkapnya...
Jumat, 31 Desember 2010
Dimana kebahagiaan itu berada?
SynTechnology-Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang did tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, ”Lihatlah anakku, air itu begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, ”Hai, tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”
Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, ”Dimanakah air?”
Jawab ikan sepuh, ”tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak mendari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati. ”Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya.”
Selengkapnya...
