SynTechnology-Pernahkah kita merenungi semua yang kita miliki? Harta, alam, atau tidak usah jauh-jauh renungilah bagian-bagian dari tubuh kita. Bukankah Allah SWT tidak sembarangan menciptakan segala sesuatu melainkan dengan aturan dan ukuran yang sangat tepat. Dan dalam karya-Nya terselip multi hikmah yang bisa kita ambil manfaat apabila kita mau berfikir. Sahabatku, mari kita merenung sejenak tentang karunia yang Allah SWT berikan kepada kita.
Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang.
Tapi pandanglah ke depan, pandanglah masa depan kita.
Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi.
Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.
Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.
Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.
Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan.
Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam.
Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.
Selengkapnya...
Jumat, 29 Juli 2011
Tahukah Kita?
Kamis, 28 Juli 2011
Paku
SynTechnology-Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memaku sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.
Hari pertama anak itu memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. ”Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya”. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini, di hati orang lain.
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada, dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.
Sumber : KeeBook (www.keeboo.com)
Selengkapnya...
Kamis, 26 Mei 2011
Cara Membesarkan Orang Besar
SynTechnology-Pada sebuah wawancara stasiun TV swasta kepada seorang pengusaha sukses yang bernama Yuda, pembawa acara menanyakan banyak hal kepada narasumber sampai pada pertanyaan, “Apa yang membuat anda sukses?”, sang pengusaha menjawab, “Ceritanya panjang, jika masih ada durasi 30 menit saya mau menceritakannya.”, “Silahkan”, sahut pembawa acara.
Ceritanya dimulai sejak saya umur 5 tahun, sebelum mengenal bangku sekolah ayah saya sudah cerita itu saya mulai berimajinasi. Tapi waktu itu saya belum mengerti arti hidup, jadi saya hanya berimajinasi tentang masa depan, lalu melupakan begitu saja.
Hingga saya berumur 10 tahun, saya ditanya tentang cita-cita, “Yud, cita-cita kamu apa?”, mendengar pertanyaan itu aku bingung untuk menjawabnya, maklum anak seumuran saya waktu itu hanya mengenal yang namanya bermain. Ayah sepertinya bisa menebak respon saya, ia berkata,”Bingung ya...? tenang ayah cuma nanya aja kok, minggu besok ikut ayah jalan-jalan ya...”,”Iya,kemana yah?”Sahut ku dengan gembira, ia menjawab, “Sudah....ikut saja”.
Lalu pada hari minggunya ayah mengajak saya ke Sea World, saat disana ayah menceritakan banyak hal tentang dunia laut, sampai saya berfikir bahwa ayah adalah ahlinya. Ia bercerita tentang ikan, makhluk-makhluk di laut, dll. Saya begitu senang dan kagum waktu itu, lalu sebelum kami pulang ayah berkata,”Minggu besok ikut ayah jalan-jalan lagi ya...”,saya menjawab,”Asik...jalan-jalan lagi”
Pada minggu kedua ia membawa saya ke suatu pertandingan bandminton, ia juga menceritakan banyak hal tentang badminton, saya pun sampai berfikir ia adalah ahlinya. Hal yang sama ia lakukan sebelum kami pulang, ia mengajak saya untuk menemaninya jalan-jalan pada minggu selanjutnya, saya pun menyetujuinya.
Minggu ke-3 ia mengajak saya menonton pertandingan sepak bola, minggu ke-4 ia mengajak saya ke museum botani dan zoologi, minggu ke-5 ia membawa saya ke planetarium,minggu ke-6 ke PUSPITEK dan akhirnya pada minggu ke-7 ia membawa saya ke puncak untuk menikmati keindahan alam. Jalan-jalan tadi bukan tanpa maksud, sehari setelah jalan-jalan terakhir ia berkata kepada saya,”Putuskan cita-cita yang kamu suka, dan raih dengan sungguh-sungguh, nanti ayah akan tanya pada kamu, dan ayah tidak mau melihat kamu seperti orang bingung saat ayah tanya”, ia mengatakan itu sambil mengusap kepala dan tersenyum pada saya.
Tapi semenjak itu ia tak pernah bertanya tentang cita-cita kepada saya, hingga saya berulang tahun di umur 17 tahun, ia berbicara 4 mata dengan ku, ia terihat lebih serius pada waktu itu, ia berkata, “Sekarang kamu sudah besar, sudah bisa membedakan yang baik dan yang buruk, kamu harus bisa menjadi pemimpin karena kamu adalah laki-laki, memberilah untuk orang lain, tak usah itung-itungan, cukup beri dan lupakan, kamu juga harus punya cita-cita dan tujuan hidup, waktu itu ayah pernah bilang ayah akan bertanya tentang cita-cita pada kamu, apa cita-cita mu?”, aku sedikit terkejut mendengarnya lalu aku tersenyum dan berkata,”Aku ingin menjadi ahli dibidang teknologi, ingin terkenal, dan menjadi orang berpengaruh di dunia, sehingga aku bisa berbagi dan menceritakan tentang arti hidup dan tentang mu....... ayah”, ayah sepertinya agak terkejut lalu ia melanjutkan,”Bagus, kejarlah impianmu itu, ayah bangga mempunyai anak seperti mu, ini baru anak ayah” ia berkata sambil mengelus kepala saya sama seperti waktu saya kecil.
Dan hari ini, saya berhasil berkat motivasi dari ayah yang ia berikan sejak saya kecil, jika kalian bertanya bagaimana menjadi pegusaha sukses tanya saja pada saya, tapi jika kalian mau tahu bagaimana membesarkan pengusaha sukses, tanya saja ayah saya. Terima kasih....AYAH.....
Selengkapnya...
Senin, 16 Mei 2011
Kebaikan Tak Akan Sia-Sia
SynTechnology-Di suatu desa tinggal seorang kakek bersama cucunya yang masih berumur 5 tahun, suatu ketika sang kakek duduk di kursi yang ada di teras rumah, lalu datang cucunya dengan berlari dan ia berhenti sejenak lalu berkata, “kakek tadi aku mendengar seseorang berkata bahwa kebaikan yang kecil tak akan ada pengaruhnya, apa itu benar kek?”, sang kakek hanya tersenyum, ia bangkit dan mengambil sebuah ember dan keranjang yang berlubang lalu mengambil batu dari tanah yang kotor, batu itu diletakan di dalam keranjang sambil berkata kepada cucunya, “Isi ember ini dengan air yang ada di sungai di depan sana dengan keranjang ini”.
Dengan semangat sang cucu mulai mengambil air danau dengan keranjang tersebut, ia mengambil air dengan keranjang yang ada batunya lalu membawanya menuju ember yang ada di dekat kakeknya, tapi sang cucu kaget ketika sampai di depan ember, air yang tadinya memenuhi keranjang ternyata sudah habis. Tapi sang cucu tak mau menyerah begitu saja, ia berlari dan berlari untuk mengambil air, tapi tetap saja saat ia sampai di depan ember untuk mengisinya, airnya sudah habis padahal jarak danau dengan embernya hanya sekitar 7 meter.
Lalu sang cucu yang kelelahan menghampiri kakeknya sambil berkata, “Kakek, ini percuma saja. Bagaimana bisa mengambil air dengan keranjang yang berlubang? Tentu saja airnya akan habis sebelum sampai kesini, ini percuma kakek”.
“Siapa bilang itu percuma?”, jawab sang kakek, ia melanjutkan, “Sekarang coba kamu lihat isi dari keranjang tersebut!”, mendengar hal itu lalu sang cucu melihat isi dari keranjang tersebut, ia terkejut melihat batu yang tadinya kotor dengan tanah menjadi batu yang bersih tanpa noda. “Ada perubahan bukan? Batu yang tadinya kotor menjadi batu yang sangat bersih, kita dapat mengambil pelajaran hari ini” kata sang kakek. “Apa itu?”, dengan rasa penasaran sang cucu bertanya. “Air yang kamu ambil memang selalu keluar lewat lubang-lubang yang ada pada keranjang, tapi air yang keluar tersebut membawa kotorang yang melekat pada batu yang ada dalam keranjang, karena air memiliki sifat membersihkan, batu tersebut ibarat “hati manusia” dan air itu ibarat “kebaikan-kabaikan” yang kita perbuat”
Begitulah manfaat dari kebaikan-kabaikan yang kita perbuat, walaupun itu hanya kebaikan yang sangat kecil. Subhanallah,tanpa kita sadari dengan kebaikan itu Allah SWT membersihkan hati kita semua dengan perlahan. Jadi tunggu apalagi? Mari kita tolong menolong dalam kebaikan.
Selengkapnya...
Sudahkah Kamu Menikmati Hidupmu?
SynTechnology-Sahabatku, apakah terkadang kamu merasa hidup ini membosankan? Hidupmu sempit? Hari ini terasa seperti hari terakhirmu? Atau kamu kehilangan sesuatu yang sangat ingin kamu raih?
Mengapa kamu berpikir seperti itu sahabatku? Sekarang ayo sejenak lupakan semua beban pikiran dan hatimu, keluar dari penjara kecilmu(rumah dan kantor).
Berjalanlah menuju taman dan pejamkan mata, rasakan angin yang sejuk menerjang tubuhmu, dengarkan suara-suara yang mungkin kamu lupakan karena kesibukanmu, dengarkan saat dedaunan diterpa angin, dengarkan suara canda dan dari orang disekelilingmu. Sekarang buka matamu, kamu akan sadar betapa indah dunia ini. Perhatikan pohon-pohon yang hijau, sinar matahari yang indah, wajah-wajah bahagia yang ada disekelilingmu. Berjalanlah sejenak maka orang yang kamu temui akan menyapamu dengan senyuman hangat, seakan-akan kamu berpikir bahwa tak ada masalah dalam hidup mereka.
Sahabatku, sudah lupakah kamu dengan suara kicau burung yang mengawali pagimu? Sinar mentari yang mengawalmu sampai ke kantor? Angin sejuk yang berbisik sepanjang perjalanan? Canda dan tawa dari teman dah sahabatmu?
Bukankah dunia ini indah? Kita bebas berjalan, kita bebas bernafas, kita bebas bermimpi, mencintai dan dicintai. Sekarang setelah mengetahui itu semua, apa yang akan kamu lakukan sahabatku? Diam dan hanya bekhayal tentang dunia yang kamu anggap hanya khayalan? Atau berjalan keluar, dan menemukan dunia yang jauh lebih luas dan indah daripada yang sebelumnya kamu rasakan.
“SAHABATKU, SUDAH LAMA KITA HIDUP DI DUNIA INI, TAPI BERAPA LAMA KAMU MENIKMATI HIDUPMU??”
"Kuingin Selamanya"
Hidup adalah
Anugrah dari Yang Kuasa
Kepada semua
Manusia Di Dunia..
Namun, tak semua..
Manusia mensyukurinya
Ke..luhkan semua
Cobaan dari-Nya
Kuingin selamanya
Hidup Di Du..nia
Dicinta dan mencinta
Tanpa ada yang melarangnya
Kuingin selamanya
Hidup Di Du..nia
Tersenyum dan bahagia
Sampai ku kembali pada-Nya
Selengkapnya...
Jumat, 31 Desember 2010
Dimana kebahagiaan itu berada?
SynTechnology-Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang did tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, ”Lihatlah anakku, air itu begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, ”Hai, tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”
Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, ”Dimanakah air?”
Jawab ikan sepuh, ”tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak mendari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati. ”Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya.”
Selengkapnya...
Rabu, 29 Desember 2010
Doa Seorang Hamba kepada Allah SWT
SynTechnology-Ketika kita meminta, "Ya Allah ambillah kesombonganku dariku"
Allah berkata, "Tidak!, bukan AKU yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya"
Ketika kita meminta, "Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat"
Allah berkata,"Tidak!, jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara"
Ketika kita meminta, "Ya Allah beri aku kesabaran"
Allah berkata, "Tidak!, kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri"
Ketika kita meminta, "Ya Allah beri aku kebahagiaan"
Allah berkata, "Tidak!, KU beri keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu"
Ketika kita meminta, "Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan"
Allah berkata, "Tidak!, penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi, dan mendekatkan mu pada-KU"
Ketika kita meminta, "Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat"
Allah berkata, "Tidak!, Aku beri kau kehidupan, supaya kau menikmati segala hal"
Kadang kala Kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan DOA, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.
Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, sementara orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.
Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.
Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, justru berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.
Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun justru kebutuhan yang terus meningkat.
Kadang permintaan kita adalah yang terbaik karena menganggap kita mengetahui dengan pasti apa yang dibutuhkan, tetapi Allah jauh lebih mengetahui keadaan kita melebihi dari apa yang kita pikirkan, karena Dia adalah Sang Pencipta dan Dia tahu dengan pasti apa akibat bila permintaan kita dikabulkan-Nya, sedangkan diri kita masih belum siap menerimanya.
Kita akan semakin jatuh, semakin jauh dari pada-Nya dan akan membanggakan kemampuan diri sendiri dan tidak berharap sepenuhnya kepada-Nya.
Berbahagialah bila doa-doa kita belum dijawab, karena Allah akan membimbing dan menguatkan kita, sehingga pada saat kita diberkahi oleh-Nya bibir dan mulut anda tidak akan berhenti bersyukur dan memuji kebesaran Asma-Nya.....
Mungkin tidak sekarang, tapi Allah tahu kapan mengabulkan doa-doa kita karenaAllah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Selengkapnya...
Minggu, 12 Desember 2010
Mawar Untuk Ibu
SynTechnology-Seorang pria beret di took bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km dari tempatnya berada. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri did trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis itu, “Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya Cuma punya ang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu.”
Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.” Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.
Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, “Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?”
Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditujukan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, lalu gadis kecil itu mletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
Melihat hal ini, hati pria itu menjadi tersentuh, menangis dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.
(Diadaptasi dari: Rose for Mama – C.W. McCall)
Selengkapnya...
