Sabtu, 26 November 2011

Kebahagiaan adalah Sekarang

SynTechnology-Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan permen-permen tersebut.

Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.

Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat." Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"

Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanya Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.

Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.

Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab, "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah... nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "

Pemikiran 'nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat 'sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa 'nanti' bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa 'nanti' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa 'nanti' bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.

Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.

Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.

Berbahagia dan Bersyukurlah
Selengkapnya...

Mawar Untuk Ibu

SynTechnology-Seorang pria beret di took bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km dari tempatnya berada. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri did trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis itu, “Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya Cuma punya ang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu.”

Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.” Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, “Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?”

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditujukan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, lalu gadis kecil itu mletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal ini, hati pria itu menjadi tersentuh, menangis dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.

(Diadaptasi dari: Rose for Mama – C.W. McCall)
Selengkapnya...

Tujuh Keajaiban Dunia

SynTechnology-Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Keajaiban Dunia.” Pada awal pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi :

1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulakan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertaanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab,
“Ya, sedikit. Saya tidak bias memilih karena sangat banyaknya.”
Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bias membantu memilihya.

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, “Tujuh Keajaiban Dunia” adalah :

1. Bisa Melihat
2. Bisa Mendengar
3. Bisa Menyentuh
4. Bisa Menyayangi

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
5. Bisa Merasakan
6. Bisa Tertawa
7. Dan, Bisa Mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutkan “keajaiban:”. Sementara kita lihat lagi semua yang telah Allah SWT keruniakan untuk kita, kita menyebutkan sebagai “biasa”. Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita.

Selengkapnya...

Selasa, 15 November 2011

Belajar dari 99% Kegalalan Bukan dari 1% Kesuksesan

SynMotivation-Dalam kisah ini kita akan belajar bagaimana cara belajar dari orang-orang yang kesuksesannya telah mendahului kita. Yuda anak yang mempunyai IQ diatas rata-rata bahkan bisa dibilang jenius, dari SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi ia selalu mendapat peringkat 3 besar. Alasannya karena ia selalu belajar dari pengalaman orang lain yang lebih tua darinya, ia melihat kelebihan-kelebihan dari orang-orang yang mendapat nilai bagus dan mempraktekkan caranya dalam cara belajarnya.

Suatu ketika ia menghadiri seminar yang pengisi acaranya adalah CEO dan Petinggi Perusahaan yang sangat sukses dibidangnya masing-masing, ia sangat bersemangat dalam mendengarkan kisah-kisah sukses mereka. Sejak saat itu, Yuda memulai suatu kesepakatan dengan dirinya, “Aku akan sukses seperti mereka”. Mulai keesokan ia memulai usaha secara mandiri yang menjual berbagi alat elektronik, dalam menjalankan usahanya Yuda selalu belajar dari perusahaan yang waktu itu menghadiri seminar tersebut, karena menurutnya untuk sekses seperti mereka ia harus mampu meniru semua hal-hal positif yang telah mensukseskan mereka.
Tapi tentu itu tak semudah teori saat belajar di sekolah, atau seperti sekedar mendapatkan nilai bagus saat sekaolah. Sangat diluar dugaan, ia selalu gagal, usahanya tak berkembang padahal ia selalu mencari dan mempraktekkan kelebihan-kelebihan dari perusahaan yang telah sukses. Ia berfikir, kenapa mereka bisa memajukan perusahaan yang besar, sedangkan ia tak bisa mengurus usahanya sendiri yang relatif kecil, “Apa yang salah??” ia terus bertanya-tanya.
Ia membeli dan membaca kisah-kisah sukses dan berusaha sekuat tenaga dan fikiran untuk maju dan menjadi sukses seperti orang-orang yang kisahnya ia kagumi. Tapi tetap saja hidup tak sekedar “Teori” lebih mudah memahami dari pada mempraktekkannya.

Sampai suatu hari ia mendengar akan diadakan seminar yang pembicaranya adalah orang yang sangat ia kagumi, pemilik dari perusahaan besar di bidang teknologi, mengusai pasar dunia, dan mampu berkembang dengan inovasi-inovasi mereka. Yuda tak berfikir panjang, ia ikut serta dalam seminar tersebut, seperti seminar pada umumnya yang menceritakan bagaimana membangun usaha dan lain sebagainya. Yuda merasa belum menemukan jawabannya, sampai sesion tanya jawab ia terus mendengarkan, kebanyakan pertanyaan berinti sama, Bagaiman anda sukses?? Bagaimana cara anda mengelola perusahaan yang besar? Apa kelebihan perusahaan anda?? Dsb.
Yuda mulai kesal karena belum menemukan jawaban yang ia cari, akhirnya ia angkat tangan dan mengajukan pertanyaan, “Perkenalkan nama saya Yuda, saya mempunyai usaha dibidang elektronik yang relatif masih kecil, yang ingin saya tanyakann, mengapa usaha saya sulit berkembang padahal saya sudah mempraktekkan semua saran yang saya dengar dari orang-orang besar yag sukses, saya telah membeli puluhan buku tentang kisah-kisah sukses, namun tak berhasil juga!!! Apa yang salah???” Ia bertanya dengan semangat karena memang selama bertahun-tahun menjalankan usahanya ia tak tahu hal apa yang menyebabkan usahanya sulit berkembang.

Sang pembicara tersenyum, suasana di dalam ruangan menjadi sunyi seakan-akan menunggu jawaban dari pembicara tersebut. Lalu pembica itu pun menjawab sambil tersenyum, “Kebanyakan dari manusia bertanya tentang 1% kesuksesan ku, berharap bisa belajar dari 1% tersebut, tapi kesalahan terbesar mereka adalah mereka tak bertanya tentang 99% kegagalan saya sebelumnya. Manusia lebih condong melihat kepada hal-hal yang “manis” tapi tak melihat bahkan tak mau melihat hal-hal yang “pahit” padahal dari hal yang “pahit” kita akan lebih banyak belajar. Biar aku beritahu hal penting untuk kalian semua, untuk menjadi sukses bukan hanya kalian pintar, punya uang banyak, atau mempraktekkan kelebihan yang kalian lihat dari kesuksesan orang lain. Tapi kalian juga harus siap 100x jatuh dan 101x bangkit, siap menangis, siap untuk berenang dalam lautan kesulitan hidup.” Semua peserta seminar mendengarkan dengan serius termasuk dengan Yuda, lalu pembicara tersebut melanjutkan, “aku ingat sebuah kalimat yang masih kupengang teguh sampai hari ini.” “Apa itu??” Yuda bertanya, “Success is not key to happiness, but happiness is key to success, if you happy in anything you are doing, InsyaAllah you will success.”

“Success is not key to happiness, but happiness is key to success, if you happy in anything you are doing, InsyaAllah you will success.”

Adhitya Yoga Yudanto
13 Nov. 11 (07.10 WIB)

Selengkapnya...

Rabu, 09 November 2011

Jendela Rumah Sakit

SynMotivation-Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat disebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.
Sedangkan pria yang satu lagi harus berbaring lurus di atas punggungnya

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria kedua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

“Diluar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kta yang mempesona. Suatu senja yang indah.”

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang satunya berbaring memejamkankan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, dan percaya dirinya bertambah.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya keruang jenazah. Kemudian pria yang satu lagi meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap kesebuah TEMBOK KOSONG!!!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tak bisa melihat tembok sekalipun.

“Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup” kata perawat itu.

Renungan

Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berpikir, dan bertindak.

Kita percaya dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata akan selalu hadir pada kita yang percaya.

Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahgiaan kepda orang lain. Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.

Selengkapnya...

Cangkir yang Cantik

SynMotivation-Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah took souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek pada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat.” Ujar si kakek. Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang di maksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikegumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.
Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras . Stop! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih berkata “belum !”

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum, setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata ”belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku, setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkanku di dekat kaca. Aku melihat diriku, aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesaktian dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Renungan


Seperti inilah Allah SWT membentuk kita. Pada saat Allah membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan Kemuliaan-Nya.

“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai percobaan, sebab anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi sempurna dan utuh serta tak kekurangan suatu apapun,”

Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk anda.

(Submitted by Satriyo Hari @xxx.co.id)
Selengkapnya...

Selasa, 08 November 2011

Garam dan Telaga

SynMotivation-Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, daanglah seorang anak muda yang sedang di rundung banyak masalah. Anak muda itu memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduk perlahan. “Coba, minum ini, dan katakana bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Asin. Asin sekali”, jawab anak mda itu, sambil meludah kesamping.

Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak sang anak muda, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat anak muda itu selesai meminum air itu, Pak tua barkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.

“Segar”, sahut anak muda itu. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, Tanya Pak tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak Pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda itu. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, denarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa asin itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.”

“Tapi kepahitan yang kita rasakan, akan dangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu meradakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bias kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk manampung setiap kepahitan itu.”

Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar pada hari itu. Dan Pak tua kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering dating padanya membawa kersahan jiwa.


Selengkapnya...

Selasa, 18 Oktober 2011

Berfikir Positif

SynTechnology- Wa ‘aynur ridho an kulli aybin kaliilatun
Kamaa anna aynas sukhti tubdil masawiya.

Jika kita melihat sesuatu dengan positif,
maka semuanya akan terlihat baik.
Sebaliknya jika kita melihat sesuatu dengan negatif,
maka semua yang tampak adalah kejelekan.
Darimanakah kekuatan positif dan negatif seseorang berasal ?
tidak lain dan tidak bukan kekuatan itu berasal dari pikiran.

Pikiranlah yang membuat perintah kepada seluruh organ tubuh untuk melakukan sesuatu, pikiranlah yang mempengaruhi perasaan dan kekuatan manusia untuk takut atau berani dalam mengambil keputusan.
Kunci utama dari kesuksesan manusia adalah cara dia mengelola pikirannya.
Orang yang belajar bersepeda, ketika ia berpikir tidak bisa naik sepeda,
selamanya ia tidak akan pernah bisa naik sepeda.
Ketika ia berpikir takut jatuh, ia pun akan dihantui oleh pikiran tentang jatuh
yang menyebabkannya takut belajar, sebaliknya orang yang memberanikan diri
bersepeda dan mengambil resiko untuk jatuh, timbul keberanian yang besar
yang pada akhirnya akan mempengaruhi tubuhnya sehingga ia dapat
bersepeda dengan baik.
Keberanian yang bermula dari cara kita mengelola pikiran inilah yang membantu
seseorang belajar melakukan sesuatu secara baik.
Tanpa pengelolaan pikiran dengan benar, seseorang tidak akan pernah berani
memulai sesuatu.
Kekuatan positif bermula dari bagaimana mengelola pikiran.
Tidak bisa dipungkiri hidup ini memang mengenai cara pandang tentang bagaimana
respons kita dalam menghadapi berbagai pesoalan.
Cara pandang kita terhadap berbagai persoalan hidup ini akan menentukan sikap
dan perasaan yang kita bangun berikutnya.
Berbicara mengenai cara pandang, orang bisa melihat berbagai peristiwa dari banyak sisi.
Secara umum cara pandang ini bisa terbagi dua bagian besar, yaitu cara pandang
dari sisi positif dan negatif.
Dua sisi ini bertentangan satu sama lain dan menentukan cara kita merespons sesuatu.
Cara pandang dari sisi positif adalah bagaimana seseorang memandang sesuatu secara positif.
Pada implementasinya sehari-hari cara pandang positif ini tercermin dalam berbagai
tindak-tanduk dan sikap dalam menjalani hidup, diantaranya adalah ;

Pertama, terhadap semua peristiwa ataupun lingkungan disekitar kita,
cobalah untuk selalu memandang dari sisi baiknya.
Terhadap apapun yang terjadi, selalu mencari sudut pandang yang baik sehingga apapun
yang terpikir juga menjadi baik.
Hal itu akan membantu memahami berbagai persoalan secara lebih jernih,
karena sebaliknya jika kita mengedepankan sisi buruk dari sebuah peristiwa,
orang atau lingkungan, maka cara pandang yang buruk tersebut akan menutupi
semua kebaikan dan kebenaran dari sebuah peristiwa yang ada.
Pandanglah dari sudut positif, segala sesuatu itu mempunyai sisi baiknya.
Melihat tetangga kita misalnya, pasti mempunyai sisi positif dan negatif,
sisi negatif mungkin mudah ditemukan tetapi jika kita ingin hidup bertetangga secara baik,
kita mesti melihat dari sisi positif yang dimilikinya.

Kedua, cara pandang positif juga berusaha memahamkan terhadap diri sendiri
bahwa semua peristiwa selalu mempunyai manfaat dan hikmah.
Tidak ada sesuatu yang terjadi didunia ini tanpa adanya campur tangan Allah SWT
untuk memberikan hikmah dan pelajaran bagi hamba-hamba-Nya didunia ini.
Berbagai peristiwa didunia ini..baik yang dipandang positif atau negatif,
menguntungkan atau merugikan, mempunyai manfaat baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang.
Mungkin peristiwa tersebut merugikan dan menyakitkan dalam jangka pendek,
tetapi dalam jangka panjang bisa jadi akan menguntungkan dan mendatangkan kebaikan.
Dengan demikian terhadap berbagai peristiwa yang terjadi seseorang tidak akan
serta merta memberikan respons negative, tetapi selalu mendahulukan respons positif.
Jika kita terkena musibah musalnya, cara paling mudah untuk memahami peristiwa
tersebut adalah dengan melihat makna dan pelajaran yang bisa diambil darinya.
Dengan demikian kita menyadari dengan benar bahwa dibalik semua peristiwa
yang terjadi, yang terburuk sekalipun ada pelajaran bagi kita untuk menjadi
lebih baik dimasa mendatang.

Ketiga, cara pandang positif memahakmkan diri sendiri bahwa setiap orang
dan segala sesuatu didunia ini diciptakan berbeda antara satu dengan yang lain.
Karena itu setiap orang mempunyai jalan sendiri-sendiri dengan rezeki dan nasib
yang berbeda.
Jika ada teman atau tetangga kita mendapatkan rezeki yang lebih,
Kita harus menyadari bahwa setiap orang telah diatur rezeki dan kehidupannya
sehingga tidak menimbulkan dengki dan iri hati terhadap mereka, apalagi berburuk sangka.
Semua orang didunia ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, tidak ada manusia
didunia ini yang tidak mempunyai kekurangan.
Justru dengan adanya kekurangan itulah manusia dituntut untuk mengerti keterbatasan
yang dimilikinya agar ia bisa membawa diri dan melakukan perbaikan terus menerus.
Perlu diingat juga bahwa setiap orang diciptakan didunia ini dengan keunikan
dan kelebihan tertentu yang bisa digunakan secara maksimal untuk mengembangkan
kehidupannya.
Tugas manusia didunia ini adalah memaksimalkan keunikan dan kelebihan yang dimilikinya
sehingga mampu menghasilkan karya dan hasil yang baik.
Dengan demikian ia akan lebih banyak berkonsentrasi dalam memanfaatkan
kelebihan yang dimilikinya.
Karena setiap orang mempunyai kelemahan, kita tidak perlu cemas, khawatir,
dan menjadikan kekurangan tersebut sebagai alasan untuk tidak melakukan sesuatu.
Kelemahan bukanlah alasan bagi seseorang untuk berhenti berkarya, karena bahkan
disamping kekurangan yang dimiliki seseorang selalu memiliki kelebihan
yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Karena itulah tidak perlu berkecil hati dengan kekurangan kita; kekuatan, tekad,
Dan kemauan yang keras akan mampu mengalahkan berbagai keterbatasan yang dimiliki
untuk bisa menghasilkan kerja dan karya yang lebih baik.
Tidak ada manusia yang sempurna, kekurangan adalah anugerah Tuhan agar kita mencari
sisi terbaik dari kita yang lain.
Tanpa menyadari adanya kekurangan, kita cenderung akan berpuas diri
dan tidak mau memperbaiki diri.
Kekurangan mengajarkan orang untuk mencari kelebihan-kelebihan yang mampu
membuatnya tetap mempunyai nilai tambah.
Orang yang mempunyai kekurangan di satu sisi, diberikan kelebihan di sisi lain,
Tuhan menciptakan keseimbangan dalam hidup.
Tugas manusia mencari keseimbangan itu dalam dirinya, sehingga ia menemukan
apa yang ia cari.
Tidak ada satu pun didunia ini yang tercipta sia-sia, semua ada manfaatnya.
Tidak ada satu pun jua yang perlu disesali keberadaannya didunia ini.
Semua yang ada tercipta dengan segala perhitungan Tuhan yang matang.
Jika ada yang terasa janggal, manusia mungkin belum tahu rahasia dibalik kejanggalan tsb.

Keempat, orang perlu meyakini bahwa tidak ada kesulitan yang tidak mempunyai
jalan keluar,…jalan keluar selalu ada, tinggal bagaimana manusia mencarinya.
Tidak ada permasalahan didunia ini yang diciptakan berakhir buntu,
kecuali orang tersebut tidak mau berusaha memecahkan dan mencari jalan keluar
dari masalah yang ada.
Setiap orang di dunia ini selalu mempunyai permasalahan,
disitulah manusia diuji dengan sesungguhnya bagaimana mereka mengelola
permasalahan tersebut.
Jika manusia mampu mengatasi berbagai persoalan dan permasalahan hidupnya,
kemampuan dan keterampilan hidupnya akan terus meningkat.
Setiap persoalan adalah ujian, manusia akan ditingkatkan derajatnya
jika mampu menghadapi uijian tersebut.
Berpikir positif akan membuat permasalahan hidup tidak menjadi beban yang berat.
Berpikir positif akan membuat orang mampu mengurai satu persatu masalah tersebut,
sehingga beban-beban yang ada bisa diselesaikan.
Tidak ada cara lain untuk meningkatkan kualitas hidup manusia kecuali memulainya
Dengan berpikir positif.
Lari dari kenyataan adalah cara paling mudah yang biasanya dilakukan seseorang
jika ia mendapatkan satu masalah atau persoalan yang sulit dihadapi.
Namun lari dari kenyataan tidak pernah menyelesaikan masalah,
bahkan lebih sering menambah persoalan baru yang sebelumnya tidak terjadi.
Seorang pemuda yang mempunyai masalah karena kehidupan keluarganya berantakan,
Misalnya jika ia lari dari masalah tersebut dengan menggunakan narkotika
dan obat-obatan terlarang, alih-alih memecahkan masalah, hal tersebut justru
membawa permasalahan baru, mulai dari kecanduan hingga kemungkinan masuk penjara
karena ditangkap pihak berwajib.
Seseorang yang mendapat masalah karena kesulitan ekonomi misalnya,
jika ia melarikan diri dari masalah dengan bertindak nekat melakukan bunuh diri,
persoalannya memang selesai, tetapi harus mengorbankan kehidupannya didunia ini,
dan membawa masalah baru bagi orang yang ditinggalkannya.
Jangan berpikir sempit, karena setiap masalah mempunyai jalan keluar.
Kita sering diingatkan pada pepatah; “Dunia tidak selebar daun kelor.”
Dunia mempunyai berbagai kemungkinan yang sangat luas, tinggal bagaimana kita
berpikir sedikit lebih kreatif agar mampu mencari jalan keluar dari setiap masalah yang ada.

BILADULLOOHI WAASI”ATUN FADHOO-A
WA RIZQULLOOHI FID DUN-YA FAASIH.
Bumi Allah SWT di dunia ini sangat luas,
Dan rezeki Allah di dunia ini juga sangat luas.

Hadapi setiap permasalahan dengan kepala dingin, cari berbagai cara untuk menghadapi
permasaahan tersebut.
Yakinlah bahwa jalan keluar dari setiap permasalahan pasti ada, jika kita berusaha
dengan sekuat tenaga.
Bumi ini sangat luas, pikiran yang sempit dan dangkal hanya akan membuat kesengsaraan
didunia ini, karena menghalangi kita untuk berpikir lebih jernih.
Betapapun beratnya persoalan yang kita hadapi, pikiran yang jernih akan memberikan
waktu bagi kita untuk menyelesaikannya dengan baik.
Tetapi sekali kita kehilangan akal dan pikiran sehat kita, beban kecilpun bisa menjadi
besar dan memberatkan kehidupan kita.
Yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan “menguji” seseorang kedalam satu masalah
tanpa menunjukkan jalan keluar.
Jalan keluarnya ada dalam diri sendiri, dengan berbagai usaha dan kerja keras
untuk mencari penyelesaian dari permasalahan yang kita hadapi.
Dengan keyakinan tersebut, apapun permasalahan yang kita hadapi tidak akan
menjerumuskan kita untuk kehilangan akal dan berpikiran pendek untuk menyelesaikan
permasalahan melalui jalan pintas yang justru akan menambah permasalahan lain.

Sumber : http://alifsufi.com/artikel/tazkiah/selalu-berpikir-positif.html
Selengkapnya...

Sabtu, 24 September 2011

Biasakan Untuk Tidak Menunda

SynTechnology-‘Masih ngantuk..tambah 10 menit lagi ah tidurnya..’ atau ‘ah, kan masih ada 5 hari lagi untuk mengumpulkan tugas, buat apa dikerjain buru-buru.’
Pernah mengalami situasi di atas? Situasi di atas menggambarkan kebiasaan menunda pekerjaan yang biasa dilakukan sehari-hari. Sewaktu menunda, ada perasaan enak karena bisa menambah waktu untuk melakukan hal yang kita senangi dan tidak melakukan hal yang harus kita lakukan.

Kebiasaan menunda memerlukan 3 syarat : tidak produktif, bukan kebutuhan dan ada waktu yang tertunda. Dengan menunda berarti kita meletakkan hal-hal yang kurang menjadi prioritas, sedangkan hal-hal yang menjadi prioritas utama dikesampingkan.

Namun, apakah teman-teman sadar efek dari kebiasaan menunda ini? Hilang waktu, hilang kesempatan adalah akibat yang paling sering dialami. Semakin mendekati deadline, semakin stress pula. Nah , bagaimana caranya supaya kita tidak menjadi procrastinator (orang yang suka menunda)? Simak beberapa tips berikut ini :

1. Buatlah tekad/komitmen untuk melaksanakan tugas. Tulis dalam selembar kertas, dan tempelkan di tempat yang mudah dilihat misalnya ‘Tugas Penulisan Media PR harus selesai pada tanggal 1 Juni 2011’. Tekad saja tidak cukup, buatlah dalam beberapa langkah hal-hal yang harus dilakukan contohnya tanggal 20-21 Mei 2011 mengumpulkan referensi, tanggal 23-24 Mei mulai menulis dst. Untuk mempermudah penjadwalan, gunakan agenda.
2. Jika anda memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengerjakan tugas, mulailah lebih awal. Siapkan juga waktu cadangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya flashdisk hilang, komputer terkena virus, dll. Setelah selesai mengerjakan, biasakan untuk memeriksa kembali pekerjaan yang sudah dibuat.
3. Buatlah daftar pekerjaan yang harus dilakukan misalnya pekerjaan yang harus dilakukan secara bulanan, mingguan dan harian. Mulailah mengerjakan tugas dari prioritas terpenting hingga yang kurang penting. Setiap selesai mengerjakan tugas, berikan tanda check (ΓΌ) untuk menandakan bahwa pekerjaan tersebut sudah selesai.
4. Setelah selesai dengan semua tugas –tentunya sesuai dengan deadline dan kualitas yang memuaskan—berikan reward atas keberhasilan kita menyelesaikan tugas. Memanjakan diri ke salon , berlibur atau melakukan kegiatan yang kita sukai adalah contoh pemberian reward bagi diri sendiri.

Setelah membaca tips-tips di atas, apakah teman-teman masih ingin menunda tugas/pekerjaan?

“You may delay, but time will not” –Benjamin Franklin

Prepared by Sandra Sutanto, Psychology Tips, June 2011
source : http://www.umn.ac.id/category.php?id=502
Selengkapnya...

Selasa, 02 Agustus 2011

Cinta dan Waktu

SynTechnology-Alkisah did suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak, ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Merela hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, dating badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepar-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri did tepi mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air maikin naik membasahi kaki Cinta.

Tak lam Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu did perahuku ini.”

Lalu kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong Aku!”, teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai kepinggang dan Cinta semakin panic. Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta. “Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” Sahut Kecantikan.

Cintasedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu.” Kata Cinta. “Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan ait makin naik dan aka menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, ”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke arah seuara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya.
Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang itu itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui seipa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segerra menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. ”Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu.” kata orang itu. ”Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran. ”Sebab,” kata orang itu, ”hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu...”

Submitted by Steven Widya @yahoo.co.uk
KeeBook

Selengkapnya...